Analisis Efisiensi Konsumsi Bahan Bakar Kapal Latih KL. Mohammad Husni Thamrin Rute Pulau Baai – Pulau Enggano – Linau

Analysis of Fuel Consumption Efficiency of Kapal Latih KL. Mohammad Husni Thamrin on the Baai Island – Enggano Island – Linau Route

Authors

  • Aditya Rinaldi Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta
  • Nathanael Suranta Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta
  • Larsen Barasa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta
  • Titis Ari wibowo Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.53866/jimi.v6i2.1345

Keywords:

efisiensi bahan bakar, kapal latih, KL. MMohammad Husni Thamrin, fuel oil consumption

Abstract

Efisiensi konsumsi bahan bakar pada kapal latih merupakan aspek krusial dalam menjaga keberlanjutan operasional dan kesiapan armada pendidikan pelayaran nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar Kapal Latih (KL.) Mohammad Husni Thamrin milik Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta pada rute Pulau Baai – Pulau Enggano – Linau, membandingkan performa efisiensi antar rute, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis data operasional sekunder berupa voyage log sebanyak 15 voyage pada periode November 2025, yang mencakup variabel jarak tempuh, durasi, konsumsi fuel oil, Remaining on Board (R.O.B), dan kecepatan kapal. Pengolahan data dilakukan menggunakan bahasa pemrograman Python dengan pustaka pandas, numpy, matplotlib, dan openpyxl pada platform Anaconda Jupyter Lab. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata efisiensi bahan bakar sebesar 51,76 NM/Litre dengan koefisien variasi 22,85%, mengindikasikan variabilitas operasional yang tinggi. Rute Pulau Baai → Pulau Enggano teridentifikasi sebagai rute paling efisien (63,33 NM/L), sedangkan rute Linau → Pulau Enggano menjadi paling kurang efisien (44,08 NM/L). Voyage paling efisien dicapai pada voyage ke-5 (69,36 NM/L) dan paling boros pada voyage ke-1 (31,93 NM/L). Analisis regresi linier menunjukkan korelasi positif lemah antara kecepatan kapal dengan efisiensi bahan bakar (r = 0,2875; R² = 0,0827), sehingga faktor non-kecepatan seperti arus, cuaca, dan kondisi lambung diduga lebih dominan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penyusunan strategi optimasi operasional kapal latih, khususnya melalui penerapan weather routing, optimasi pre-voyage check, dan pengembangan sistem pencatatan data operasional yang lebih komprehensif.

References

Bertram, V. (2012). Practical ship hydrodynamics (2nd ed.). Butterworth-Heinemann.

Harris, C. R., Millman, K. J., van der Walt, S. J., Gommers, R., Virtanen, P., Cournapeau, D., et al. (2020). Array programming with NumPy. Nature, 585, 357–362. https://doi.org/10.1038/s41586-020-2649-2

Hunter, J. D. (2007). Matplotlib: A 2D graphics environment. Computing in Science & Engineering, 9(3),90–95. https://doi.org/10.1109/MCSE.2007.55

International Maritime Organization. (1978). International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW), 1978, as amended. IMO Publications.

International Maritime Organization. (2022). Resolution MEPC.328(76): Amendments to the Annex of the Protocol of 1997 to amend MARPOL 73/78 — 2021 Revised MARPOL Annex VI. IMO.

International Maritime Organization. (2023). Resolution MEPC.377(80): 2023 IMO Strategy on Reduction of GHG Emissions from Ships. IMO. https://wwwcdn.imo.org/localresources/en/KnowledgeCentre/IndexofIMOResolutions/MEPCDocuments/MEPC.377(80).pdf

International Maritime Organization. (n.d.). EEXI and CII — Ship carbon intensity and rating system. Retrieved from https://www.imo.org/en/mediacentre/hottopics/pages/eexi-cii-faq.aspx

International Maritime Organization. (2014). International Safety Management (ISM) Code with guidelines for its implementation (2014 ed.). IMO Publications.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 110 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan pada Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP).

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. (n.d.). Program pengembangan SDM perhubungan laut. https://bpsdm.dephub.go.id

McKinney, W. (2010). Data structures for statistical computing in Python. In S. van der Walt & J. Millman (Eds.), Proceedings of the 9th Python in Science Conference (pp. 56–61). https://doi.org/10.25080/Majora-92bf1922-00a

Molland, A. F., Turnock, S. R., & Hudson, D. A. (2017). Ship resistance and propulsion: Practical estimation of ship propulsive power (2nd ed.). Cambridge University Press.

Ratmoko. (2025). Analisis engine propeller matching untuk peningkatan efisiensi bahan bakar pada kapal perintis 500 DWT KM. Sabuk Nusantara. Jurnal Teknik Perkapalan, 13(1).

Sa'id, S. D. (2011). Analisis efisiensi pemakaian bahan bakar mesin induk kapal purse seiner di Pelabuhan Pendaratan Nusantara Pekalongan. Gema Teknologi, 16(2), 99–105. https://doi.org/10.14710/gt.v16i2.22135

Stopford, M. (2009). Maritime economics (3rd ed.). Routledge.

Suryanto, S., & Wudianto, W. (2017). Model estimasi konsumsi bahan bakar kapal ikan huhate dan rawai tuna. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 23(2), 99–110. https://doi.org/10.15578/jppi.23.2.2017.99-110

Utomo, B. (2020). Hubungan antara konsumsi bahan bakar dengan berbagai perubahan kecepatan pada motor diesel penggerak kapal. Jurnal Rekayasa Mesin, 15(2).

Downloads

Published

2026-06-17

How to Cite

Rinaldi, A. ., Suranta, N. ., Barasa, L., & Ari wibowo, T. (2026). Analisis Efisiensi Konsumsi Bahan Bakar Kapal Latih KL. Mohammad Husni Thamrin Rute Pulau Baai – Pulau Enggano – Linau: Analysis of Fuel Consumption Efficiency of Kapal Latih KL. Mohammad Husni Thamrin on the Baai Island – Enggano Island – Linau Route. Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 6(2), 522–529. https://doi.org/10.53866/jimi.v6i2.1345