ANALISIS ISTINBATH HUKUM MUHAMMADIYAH DALAM MENETAPKAN HUKUM QUNUT SUBUH

Authors

  • Cinthya Dhea UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Ravika Dwi Rahmatika UIN Raden Mas Said Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.53866/aljabiri.v5i1.1333

Keywords:

Muhammadiyah, Qunut Subuh, Istinbāṭ al-Ḥukm, Tarjih Hadis

Abstract

This study discusses the Muhammadiyah method of istinbā al-ukm in determining the law of Qunut Subuh. The study aims to identify the legal foundations and the tarjih method used by Muhammadiyah in understanding the practice of Qunut Subuh, which remains a matter of khilāfiyah among Islamic scholars. This research employs a qualitative method with a library research approach through the examination of Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, hadiths, and relevant fiqh literature. Data analysis was conducted using content analysis on the arguments derived from the Qur’an, hadith, ijmā’, qiyās, and ijtihād tarjih. The findings reveal that Muhammadiyah does not consider Qunut Subuh as a continuously practiced sunnah because there is no specific Qur’anic evidence commanding it, while the hadiths concerning Qunut Subuh are viewed as having differences in quality and contextual interpretation. Muhammadiyah emphasizes the tarjih approach by selecting the strongest hadiths based on the authenticity of their sanad and matn. Therefore, Qunut Subuh is regarded as a matter of khilāfiyah that requires careful consideration in determining its legal status.

Penelitian ini membahas tentang metode istinbāṭ hukum Muhammadiyah dalam menetapkan hukum qunut Subuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar dalil dan metode tarjih yang digunakan Muhammadiyah dalam memahami praktik qunut Subuh yang menjadi persoalan khilafiyah di kalangan ulama. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research melalui pengkajian terhadap Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, hadis, serta literatur fikih yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan content analysis terhadap dalil Al-Qur’an, hadis, ijma’, qiyas, dan ijtihad tarjih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak menetapkan qunut Subuh sebagai sunnah yang dilakukan secara terus-menerus dikarenakan tidak ditemukan dalil Al-Qur’an yang secara khusus memerintahkannya, sedangkan hadis-hadis tentang qunut Subuh dipandang memiliki perbedaan kualitas dan konteks pemaknaan. Muhammadiyah lebih menekankan pendekatan tarjih dengan memilih hadis yang dianggap paling kuat berdasarkan kesahihan sanad dan matan. Oleh karena itu, qunut Subuh dipandang sebagai persoalan khilafiyah yang memerlukan sikap hati-hati dalam penetapan hukumnya.

References

Ahmad, K., Abdullah, M., & Ariffin, M. F. M. (2018). Salah Faham terhadap Isu Bacaan Qunut : Analisis dari Perspektif Muhaddithin dan Ijtihad Fuqaha ’. AL-BASIRAH, 8(2), 41–69. https://doi.org/https://doi.org/10.22452/basirah.vol8no2.4

Arofah, F., & Said, I. G. (2025). Differences in The Practice of Qunut Before and After Rukuk ( Analytical Studies in the Shafi ’ i , Maliki , and Hanbali Schools ). Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin, 5(2), 225–244. https://doi.org/10.15575/jpiu.v5i2.41805

Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Fauriz, M. H., & Syahroni, W. M. (2025). PEMAHAMAN HADIS TENTANG SHOLAT WITIR (METODE MAUDHUI). El Mizzi Jurnal Ilmu Hadist, 4(Juli), 40–50.

Fuad, A. M. (2016). QIYAS SEBAGAI SALAH SATU METODE ISTINBĀṬ AL-ḤUKM. Mazahib Jurnal Pemikiran Hukum Islam, XV(1), 42–60. https://doi.org/State Islamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta DOI: https://doi.org/10.21093/mj.v15i1.606

Halimah, N., Anggraini, N., Hassbullah, I., & Hafijhin, K. (2025). Pembahasan Kaidah Fikih Khusus dalam Ibadah Mahdah Berdasarkan Prinsip Tauqif dan Niat. Tadhkirah: Jurnal Terapan Hukum Islam Dan Kajian Filsafat Syariah, 2(2), 67–76. https://doi.org/https://doi.org/10.59841/tadhkirah.v2i2.125

Mestika Zed. 2014. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Bogor Indonesia.

Moleong, Lexy J. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mujahid, A., & Haeriyyah. (2021). QUNUT AS A POSITIVE RELIGIOUS SPIRITUAL ETHIC IN THE PERSPECTIVE OF THE QUR ’ AN. Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah Dan Hukum, 21(2), 139–158. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/al-risalah.v21i1.26110

Mujahid, A. (2019). KONSEP QUNUT DALAM AL-QURAN DAN ( Suatu Tinjauan Tafsir dan Fiqh ). Jurnal UIN ALAUDDIN MAKASSAR, 19(1), 136–147.

Nurliana. (2006). METODE ISTINBATH HUKUM MUHAMMAD IBN ISMAIL AL-SHAN’ANI DALAM KITAB SUBUL AL-SALAM. Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, 5(2).

Saragih, Herman Soni. Analisis terhadap Dalil Qunut Subuh. Skripsi, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Padangsidimpuan, 2010.

Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Qomariyah, S. L., & Toriyono, M. D. (2022). “Qunut dalam Kacamata Muhammadiyah: Studi Pemahaman Hadis dalam Fatwa Majelis Tarjih.” Al-Dhikra: Jurnal Studi Qur’an dan Hadis, Vol. 2 No. 2, hlm. 199–208. https://doi.org/10.57217/aldhikra.v2i2.781

Downloads

Published

2026-06-08